Asthara Group

Asthara Group Resmikan The Skyfront Destinasi Lifestyle Baru Dekat Bandara

Asthara Group Resmikan The Skyfront Destinasi Lifestyle Baru Dekat Bandara
Asthara Group Resmikan The Skyfront Destinasi Lifestyle Baru Dekat Bandara

JAKARTA - Pengembangan kawasan kota mandiri di wilayah Tangerang terus menunjukkan progres yang signifikan melalui hadirnya fasilitas komersial modern yang mendukung gaya hidup masyarakat urban. 

Salah satu langkah strategis dilakukan oleh Asthara Group melalui pengembangan kawasan Asthara Skyfront City yang mengintegrasikan hunian, infrastruktur, dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Kawasan kota mandiri tersebut dibangun secara bertahap dengan konsep modern dan berorientasi pada kualitas lingkungan hidup. Salah satu pencapaian penting dalam pengembangan kawasan adalah peresmian area komersial pertama yang diberi nama The Skyfront.

Area komersial ini resmi dibuka pada 25 Februari 2026 dan menjadi tonggak awal aktivasi kawasan sebagai pusat gaya hidup baru di wilayah Tangerang. Lokasinya yang berada dekat dengan Bandara Soekarno–Hatta menjadikan kawasan ini memiliki nilai strategis tinggi untuk aktivitas ekonomi dan rekreasi masyarakat.

Aktivasi Kawasan Melalui Commercial Lifestyle Dining

Head of Commercial Asthara Skyfront City, Dahlia Salim, menjelaskan bahwa The Skyfront merupakan area komersial perdana yang mengusung konsep lifestyle dining modern.

Konsep tersebut menggabungkan pengalaman bersantap dengan suasana ruang terbuka yang nyaman dan estetik. Beberapa tenant kuliner yang telah hadir di kawasan ini antara lain Kwetiau Aho, Jin Ramen, Lad n Lass, serta O’llamaak! Kedai Kopi Melayu.

“Kami menghadirkan The Skyfront dengan konsep lifestyle dining. Tenant kuliner yang bergabung terdiri dari berbagai pilihan, seperti Kwetiau Aho, Jin Ramen, Lad n Lass, hingga O’llamaak! Kedai Kopi Melayu,” ujar Dahlia Salim.

Kehadiran tenant tersebut diharapkan memperkuat posisi The Skyfront sebagai pusat komersial pertama di kawasan yang menawarkan panorama langsung aktivitas pesawat lepas landas dan pendaratan.

View runway menjadi daya tarik utama karena memberikan pengalaman visual berbeda dibandingkan pusat komersial lain di wilayah Jabodetabek. Aktivitas penerbangan yang terlihat dari area bersantap menciptakan suasana dinamis dan modern bagi pengunjung.

Destinasi Hangout Baru Kawasan Tangerang dan Bandara

Pengembangan The Skyfront dirancang sebagai ruang publik modern yang mengedepankan konsep ruang terbuka. Area komersial ini ditargetkan menjadi destinasi hangout baru bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari keluarga, profesional muda, hingga komunitas urban.

Posisi strategis kawasan di sekitar wilayah Tangerang dan Jakarta Barat memberikan nilai tambah bagi pengunjung yang membutuhkan lokasi rekreasi dengan akses relatif mudah.

Pembukaan area komersial tersebut juga bertepatan dengan momentum Ramadan serta perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Momentum ini diharapkan membawa atmosfer optimisme dan kebersamaan dalam mengawali pengembangan kawasan lifestyle urban tersebut.

Komitmen Pengembangan Kota Mandiri Berkelanjutan

CEO Asthara Skyfront City, Supardi Ang, menyatakan bahwa peresmian The Skyfront merupakan bagian dari strategi pengembangan kawasan secara bertahap dan berkelanjutan.

Menurutnya, kawasan urban terpadu ini dirancang untuk mengintegrasikan fungsi hunian, komersial, dan fasilitas publik dalam satu ekosistem kota modern.

Melalui pengoperasian area komersial pertama ini, Asthara Skyfront City ingin memperkuat posisi sebagai pengembang kawasan kota masa depan yang mengedepankan konsep kehidupan modern.

Kawasan ini juga diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Jakarta Barat hingga Tangerang.

Proyek Kota Mandiri Seluas 1.100 Hektare

Secara keseluruhan, Asthara Skyfront City merupakan proyek pengembangan kota mandiri dengan rencana kawasan mencapai 1.100 hektare.

Proyek ini pertama kali diperkenalkan pada Juni 2025 dengan meluncurkan klaster perdana bernama Alurea. Klaster tersebut menjadi bagian dari superklaster The Floristz yang memiliki total area pengembangan 22 hektare.

Klaster Alurea dibangun di atas lahan sekitar 5 hektare dan dirancang untuk menghadirkan 420 unit hunian modern. Harga hunian pada klaster tersebut berada pada kisaran Rp1 miliar hingga Rp2,8 miliar, menargetkan segmen pasar kelas menengah atas yang mencari kawasan tempat tinggal strategis dan eksklusif.

Integrasi Gaya Hidup dan Infrastruktur Modern

Pengembangan The Skyfront menegaskan pendekatan kota mandiri yang tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga pada penciptaan ekosistem aktivitas masyarakat.

Konsep urban terpadu yang diusung oleh Asthara Group menggabungkan aspek komersial, sosial, dan rekreasi dalam satu kawasan.

Ruang terbuka yang dihadirkan pada area komersial tersebut memungkinkan pengunjung menikmati pengalaman bersantap sekaligus bersantai dengan suasana modern.

Pengembangan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat urban serta mendukung aktivitas ekonomi lokal di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Masa Depan Asthara Skyfront City

Langkah pengembangan yang dilakukan oleh Asthara Group menunjukkan arah strategis pembangunan kawasan urban modern yang terintegrasi dengan transportasi global.

Kedekatan lokasi dengan Bandara Soekarno–Hatta menjadi faktor penting dalam memperkuat daya tarik investasi dan aktivitas bisnis kawasan.

Ke depan, Asthara Skyfront City diharapkan menjadi representasi kota mandiri modern yang menggabungkan teknologi, gaya hidup, dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui pengembangan The Skyfront, kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat komersial, tetapi juga sebagai simbol transformasi ruang hidup urban masa depan di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index