INVESTASI

Emas Dinilai Lebih Stabil Dibanding Instrumen Investasi Lainnya

Emas Dinilai Lebih Stabil Dibanding Instrumen Investasi Lainnya
Emas Dinilai Lebih Stabil Dibanding Instrumen Investasi Lainnya

JAKARTA - Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang belum sepenuhnya stabil, pilihan masyarakat dalam menjaga nilai aset kembali mengarah pada instrumen yang dinilai paling aman. 

Fluktuasi pasar, perubahan kebijakan internasional, hingga tekanan daya beli membuat banyak orang lebih berhati-hati dalam menentukan investasi. Dalam konteks inilah emas kembali menegaskan posisinya sebagai instrumen yang dinilai tangguh dan menjanjikan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia, Jeffrey Thumewa mengungkapkan bahwa emas tetap menjadi pilihan investasi yang paling terjamin dan menjanjikan. 

“Investasi emas tetap lebih bagus. Karena kadang kala, kalau kita beli barang lain tidak bisa seperti emas yang situasinya bisa naik," kata Jeffrey.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah situasi geopolitik global yang masih belum menentu, yang secara tidak langsung turut memengaruhi stabilitas pasar dan daya beli masyarakat. 

Ketidakpastian global sering kali berdampak pada berbagai sektor investasi, namun emas dinilai memiliki karakteristik berbeda karena cenderung mampu mempertahankan bahkan meningkatkan nilainya dalam kondisi tertentu.

Tren Harga dan Daya Beli Perhiasan

Menurut Jeffrey, tren saat ini menunjukkan potensi kenaikan harga emas, terlebih dengan kondisi ketidakpastian global yang masih berlangsung. 

Situasi tersebut membuat emas kembali dilirik sebagai aset lindung nilai atau safe haven. Ketika instrumen lain berisiko mengalami tekanan, emas kerap menjadi alternatif yang dianggap lebih stabil.

Menariknya, di tengah situasi tersebut, daya beli masyarakat terhadap perhiasan tetap tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa emas tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi, tetapi juga memiliki nilai estetika dan fungsi sosial. 

Perhiasan emas tetap diminati baik sebagai simbol gaya hidup maupun sebagai bentuk penyimpanan nilai jangka panjang.

Fenomena ini memperlihatkan adanya keseimbangan antara fungsi investasi dan kebutuhan konsumsi. Di satu sisi, masyarakat mempertimbangkan emas sebagai proteksi nilai aset. Di sisi lain, mereka tetap melihat perhiasan sebagai bagian dari ekspresi diri dan pelengkap momen penting.

Pameran Perhiasan Dorong Kreativitas Perajin

Untuk terus mendorong pertumbuhan industri, Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia aktif merangsang para perajin agar terus berinovasi. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan pameran perhiasan yang digelar sejak Kamis hingga Minggu, 15 Februari 2026.

“Dengan adanya pameran ini, merangsang perajin itu mendesain lebih banyak lagi," ujarnya.

Pameran perhiasan tidak hanya menjadi ajang transaksi, tetapi juga ruang bertemunya ide, kreativitas, dan tren terbaru. Melalui kegiatan ini, para perajin terdorong untuk menghadirkan desain-desain baru yang mampu mengikuti selera pasar sekaligus menciptakan diferensiasi produk.

Selain itu, pameran juga membuka peluang kolaborasi antara produsen, distributor, hingga konsumen akhir. Interaksi langsung memungkinkan pelaku industri memahami preferensi pasar secara lebih akurat, sehingga inovasi yang dihasilkan menjadi lebih tepat sasaran.

Tren Desain dan Agenda Pameran 2026

Pameran perhiasan kerap menjadi trensetter bagi para kolektor dan pecinta perhiasan. Dari ajang inilah arah desain dan selera pasar dapat terbaca. Tren desain perhiasan yang diprediksi akan favorit tahun ini adalah produk yang terlihat besar namun ringan dan terjangkau serta menciptakan ilusi kemewahan.

Desain seperti ini dinilai mampu menjawab kebutuhan konsumen modern yang menginginkan tampilan elegan tanpa harus mengorbankan kenyamanan. Produk yang ringan dan tetap terjangkau juga memperluas segmentasi pasar, sehingga tidak hanya menyasar kalangan tertentu.

Sepanjang tahun 2026, berbagai pameran perhiasan dijadwalkan digelar di sejumlah kota besar. Beberapa di antaranya adalah "Jakarta International Jewellery Fair 2026", "Bandung Jewellery Fair 2026" dan "Surabaya International Jewellery Fair 2026". Kehadiran pameran di berbagai daerah diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat ekosistem industri emas dan perhiasan nasional.

Dengan adanya rangkaian pameran tersebut, pelaku usaha memiliki kesempatan lebih luas untuk memamerkan karya, menjaring pembeli baru, dan memperkuat jaringan bisnis. Di sisi lain, konsumen mendapatkan akses terhadap berbagai pilihan produk dengan desain terkini.

Membuka Pasar dan Edukasi Investasi Emas

Penyelenggaraan pameran perhiasan tidak hanya bertujuan meningkatkan transaksi penjualan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka pasar baru, menciptakan lapangan kerja, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang emas sebagai barang investasi yang bernilai.

Dalam konteks edukasi, masyarakat diingatkan bahwa emas memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan instrumen investasi lainnya. 

Selain memiliki nilai intrinsik, emas juga relatif mudah diperjualbelikan dan diakui secara luas. Faktor inilah yang membuatnya tetap diminati dari generasi ke generasi.

Di tengah tantangan global yang belum sepenuhnya mereda, kepercayaan terhadap emas sebagai aset yang terjamin kembali menguat. 

Pernyataan Jeffrey Thumewa menegaskan bahwa emas masih menjadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan stabilitas dan potensi kenaikan nilai dalam jangka panjang.

Dengan tren harga yang menunjukkan potensi peningkatan serta daya beli perhiasan yang tetap tinggi, industri emas nasional memiliki peluang untuk terus berkembang.

Dukungan melalui pameran dan inovasi desain menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing sekaligus memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi yang menjanjikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index