KAI Commuter Laporkan Lonjakan Penumpang di Stasiun Jatake

Kamis, 26 Februari 2026 | 09:15:30 WIB
KAI Commuter Laporkan Lonjakan Penumpang di Stasiun Jatake

JAKARTA - Kehadiran simpul transportasi baru di kawasan penyangga ibu kota kembali menunjukkan dampak nyata terhadap pola mobilitas masyarakat. 

Di Tangerang dan sekitarnya, pengoperasian Stasiun Jatake menjadi katalis peningkatan jumlah pengguna Commuter Line Jalur Hijau. 

Dalam waktu singkat, stasiun ini mencatat pertumbuhan volume penumpang yang signifikan, khususnya pada lintas Rangkasbitung yang selama ini menjadi salah satu rute utama pergerakan warga menuju Jakarta.

Stasiun Jatake telah menjadi akses baru bagi mobilisasi masyarakat di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Operasional stasiun tersebut mendorong kenaikan signifikan volume penumpang lintas Rangkasbitung selama periode Februari tahun 2026 ini. 

Pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa kehadiran infrastruktur transportasi yang lebih dekat dengan permukiman mampu mengubah preferensi perjalanan masyarakat secara cepat.

Pertumbuhan pengguna transportasi kereta komuter menjadi sinyal positif terhadap kemajuan ekonomi pada daerah penyangga Jakarta tersebut. Data resmi menunjukkan jumlah rata-rata penumpang harian pada Stasiun Jatake kini telah menembus angka 1.221 orang. 

Angka tersebut mencerminkan respons masyarakat yang memanfaatkan kemudahan akses untuk bekerja, berusaha, maupun menjalankan aktivitas harian lainnya.

“Data menunjukkan tren pertumbuhan positif setelah stasiun tersebut resmi beroperasi sebagai alternatif akses baru bagi masyarakat,” ujar Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.

Akumulasi Pergerakan Penumpang

Karina memaparkan bahwa peningkatan tidak hanya terlihat pada rata-rata harian, tetapi juga pada akumulasi pengguna sejak awal operasional. 

“Sejak awal beroperasi sampai dengan kemarin (24 Februari 2026) akumulasi pengguna di Stasiun ini mencapai 34.177 orang gate in dan 26.961 orang gate out”, ujar Karina.

Data tersebut menunjukkan arus pergerakan yang aktif, baik penumpang yang berangkat dari Jatake maupun yang turun di stasiun tersebut. 

Perbedaan antara angka gate in dan gate out juga mencerminkan dinamika perjalanan komuter yang tidak selalu pulang pada hari yang sama, serta kemungkinan integrasi dengan moda lain di titik berbeda.

Dampak pada Lintas Rangkasbitung

Volume penumpang lintas Tanah Abang menuju Rangkasbitung meningkat drastis setelah pengoperasian fasilitas infrastruktur perkeretaapian terbaru itu. Jumlah pengguna pada jalur tersebut melonjak dari 1.508.285 orang menjadi 1.737.191 orang dalam rentang satu minggu.

“Tren pengguna commuter line green line ini menunjukkan peningkatan, pada periode satu minggu sebelum Stasiun Jatake beroperasi (19–25 Januari 2026), pengguna Rangkasbitung - Tanahabang tercatat sebanyak 1.508.285 orang. Sementara pada periode setelah Stasiun Jatake beroperasi (9–15 Februari 2026), jumlah pengguna meningkat menjadi 1.737.191 orang,” ujar Karina.

Lonjakan tersebut memperlihatkan korelasi langsung antara pembukaan stasiun baru dengan pertumbuhan jumlah penumpang di lintas utama. Jalur hijau yang menghubungkan wilayah Banten dengan pusat Kota Jakarta semakin mempertegas perannya sebagai tulang punggung mobilitas harian.

Tren Tahunan Jalur Hijau

Lintas jalur hijau tersebut melayani total 77.552.716 orang pengguna selama sepanjang tahun 2025 yang lalu secara menyeluruh. Pencapaian tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah pengguna tahun 2024 yang menyentuh angka 69.999.362 orang.

Kenaikan tahunan itu menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten bahkan sebelum Stasiun Jatake dioperasikan. Dengan tambahan akses baru, potensi peningkatan pada tahun 2026 diperkirakan semakin besar, seiring bertambahnya kawasan hunian dan pusat aktivitas ekonomi di sepanjang koridor tersebut.

Optimalisasi Operasi dan Infrastruktur

KAI Commuter mengoperasikan 206 perjalanan pada rute strategis yang menghubungkan wilayah Banten menuju ke pusat Kota Jakarta. Sebanyak 192 perjalanan kereta telah dijadwalkan secara rutin guna melayani para pengguna di Stasiun Jatake.

“KAI Commuter juga terus melakukan evaluasi pola operasi dengan optimalisasi waktu tunggu (headway) antara 10–15 menit pada waktu sibuk pagi maupun sore. Kami juga berencana melakukan penambahan rangkaian yang saat ini masih dalam proses uji coba sarana,” ujar Public Relations Manager KAI Commuter Indonesia (KCI) Leza Arlan.

Langkah optimalisasi headway bertujuan menjaga kenyamanan dan mengurangi kepadatan, terutama pada jam sibuk. 

Selain itu, rencana penambahan rangkaian menjadi bagian dari strategi jangka pendek untuk merespons peningkatan permintaan tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur baru.

Kerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dilakukan guna memperkuat kualitas kapasitas sarana infrastruktur nasional.

Langkah pengembangan sistem elektrifikasi jalur perkeretaapian bertujuan memastikan tingkat keandalan serta keamanan layanan bagi masyarakat.

Sinergi antarlembaga tersebut menegaskan bahwa peningkatan jumlah pengguna harus diimbangi dengan kesiapan teknis dan standar keselamatan yang memadai. Dengan dukungan infrastruktur yang andal, Stasiun Jatake diharapkan terus berperan sebagai simpul penting dalam jaringan Commuter Line Jalur Hijau.

Secara keseluruhan, pengoperasian Stasiun Jatake tidak hanya berdampak pada angka statistik penumpang, tetapi juga memperkuat konektivitas kawasan Tangerang dengan Jakarta. Lonjakan pengguna menjadi indikator bahwa akses transportasi publik yang terencana mampu mendorong mobilitas yang lebih efisien sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah penyangga ibu kota.

Terkini